Becak Batman

Admin tigabinanga.net lagi selfi di becak batman... hehehe Baca »

Uis Gara Goes To Netherlands

Sedikit cerita tentang kebanggaan warga karo yang tinggal di Kota Heerlen Belanda... Baca »

Kedai Kopi Surya Indah

Kedai kopi berbobot dan keren, ngopi yuukkk... Baca »

Tigabinanga Tempo Doeloe

Mari kita lihat sejenak Tigabinanga tempo doeloe... Baca »

Suka Menulis dan Foto?

Mari Bergabung untuk berbagi informasi... Baca »

 

Cerita Erupsi Gunung Sinabung

Semenjak Gunung Sinabung erupsi/meletus Tigabinanga sering kedatangan tamu yang namanya Abu Vulkanik, mungkin hal ini sudah hal yang biasa bagi sebagian warga. Tetapi masih banyak warga belum mengerti apa itu erupsi/meletusnya yang mengeluarkan magma, abu dan gas. Disini kita akan membahas sedikit tentang tentang arti erupsi dan dampak bahaya untuk kesehatan. Kami akan kami informasikan tentang arti erupsi gunung dari berbagai sumber.

Erupsi adalah pelepasan magma, gas, abu, lainnya ke atmosfer atau ke permukaan bumi. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Erupsi di definisikan sebagai letusan gunung berapi atau semburan sumber minyak dan uap panas dari dalam bumi. Secara umum, kata erupsi tidak hanya di temukan dalam ilmu Geografi, tapi kata erupsi juga di temukan dalam bidang kesehatan dan kedokteran gigi. Namun khusus kali ini, Kamusq.com hanya akan mengulas tentang pengertian dan definisi erupsi dalam ilmu Geografi.

Erupsi gunung berapi terjadi jika ada pergerakan atau aktivitas magma dari dalam perut bumi menuju ke permukaan bumi. Secara umum, erupsi di bedakan menjadi 2, yaitu Erupsi eksplosif dan Erupsi efusif.

  • Erupsi Eksplosif adalah proses keluarnya magma, gas atau abu disertai tekanan yang sangat kuat sehingga melontarkan material padat dan gas yang berasal dari magma maupun tubuh gunung api ke angkasa. Erupsi eskplosif inilah yang terkenal sebagai letusan gunung berapi. Letusan ini terjadi akibat tekanan gas yang teramat kuat. Contoh erupsi eksplosif adalah letusan gunung krakatau, letusan gunung merapi,dll.
  • Erupsi Efusif (Non Eksplosif) yaitu peristiwa keluarnya magma dalam bentuk lelehan lava. Erupsi elusif terjadi karena tekanan gas magmatiknya tidak seberapa kuat, sehingga magma kental dan pijar dari lubang kepundan hanya tumpah mengalir ke lereng-lereng puncak gunung itu. Contoh erupsi efusif adalah erupsi gunung semeru, erupsi gunung merapi, dll.

Bahaya bagi kesehatan Erupsi sangat banyak, dan kali ini kita membahas tentang bahayanya Abuk Vulkanik. Pertama Bahaya buat Gangguan Pernafasan  : partikel mikroskopis abu vulkanik bisa dengan mudah terhirup ke dalam paru-paru dan menimbulkan masalah pernapasan. Itulah mengapa penting mengenakan masker penutup hidung dan mulut saat berada di lokasi hujan abu vulkanik. Kedua bahaya buat : Partikel abu vulkanik yang kasar umumnya membuat mata terasa tidak nyaman, bahkan memicu iritasi terutama mereka yang mengenakan lensa kontak. Sejumlah pakar menyarankan penggunaan kacamata biasa. Selain itu, mereka yang tengah berada di lingkungan hujan abu vulkanik juga diminta tak sembarangan menggosok mata meski terasa sakit, gatal, dan merah. Gosokan tangan dikhawatirkan akan memicu goresan partikel abu di kornea. Kasus terparah adalah terjadinya peradangan pada kantung conjuctival yang mengelilingi bola mata sehingga mata menjadi merah, terasa seperti terbakar dan sensitif terhadap cahaya.

Semakin halus abu vulkanik maka semakin bahaya. Berdasar paparan WHO saat terjadi letusan Gunung Eyjafjallajökull di Islandia lalu, abu vulkanik gunung berapi umumnya terdiri dari partikel fragmen batuan halus, mineral, dan kaca dengan karakter keras, kasar, korosif dan tidak larut dalam air. Partikel abu sangat kecil sehingga mudah tertiup angin hingga ribuan kilometer. Yang paling berpotensi merusak tubuh adalah partikel abu terkecil yang mencapai kurang dari 1/100 milimeter. Ini berbahaya karena mudah menembus masker kain dan masuk ke paru-paru. Seseorang dengan bronkhitis, emfisema dan asma disarankan mengurangi aktivitas di luar ruang karena paparan abu vulkanik bisa memperparah gangguan kesehatan. WHO mengatakan, konsentrasi abu vulkanik setiap gunung berapi berbeda, tergantung kondisi alam seperti suhu udara dan angin. “Saran kami adalah mendengarkan insruksi kesehatan pejabat setempat,” kata Dr Maria Neira, Direktur Department Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan WHO. “Jika mengalami iritasi atau sakit di tenggorokan dan paru-paru, pilek, atau mata gatal, sebaiknya segera kembali rumah dan membatasi kegiatan di luar ruang,” Neira menambahkan. Selain partikel berbahaya, abu vulkanik juga berpotensi mengandung gas belerang dioksida dalam kadar rendah. Itulah mengapa ketika mulai mencium aroma belerang, sangat disarankan segera menjauh dari kawasan tersebut.

Ini kami tampilkan keadaan Abu Vulkanik Gunung Sinabung yang turun di wilayah Tigabinanga sekitarnya :

abu vulkanik Tigabinanga Net 02

Suasana turun abu vulkanik Jln. Juhar

abu vulkanik Tigabinanga Net 03

Suasana turun abu vulkanik Jln. Bangsi Sembiring

abu vulkanik Tigabinanga Net 05

Suasana turun abu vulkanik Jln. Besar (Simpang Empat Tigabinanga Depan Kedai Kopi Surya Indah)

abu vulkanik Tigabinanga Net 04

Relawan GEBU KARO bagi-bagi masker (Bima Pratama, Lias Sebayang, Muhammad Sudin Tarigan)

abu vulkanik Tigabinanga Net 07

Relawan GEBU KARO bagi-bagi masker dan tetes air mata di depan Posko Relawan RM Madison

abu vulkanik Tigabinanga Net 08

Relawan GEBU KARO bagi-bagi masker dan tetes air mata di depan Posko Relawan RM Madison

abu vulkanik Tigabinanga Net 11

Relawan GEBU KARO bagi-bagi masker dan tetes air mata di depan Posko Relawan RM Madison

abu vulkanik Tigabinanga Net 09

Relawan GEBU KARO bagi-bagi masker dan tetes air mata di depan Posko Relawan RM Madison

abu vulkanik Tigabinanga Net 06

Bagi-bagi masker depan RIMO KELING 2 PONSEL

abu vulkanik Tigabinanga Net 10

Bagi-bagi masker depan RIMO KELING 2 PONSEL