Becak Batman

Admin tigabinanga.net lagi selfi di becak batman... hehehe Baca »

Uis Gara Goes To Netherlands

Sedikit cerita tentang kebanggaan warga karo yang tinggal di Kota Heerlen Belanda... Baca »

Kedai Kopi Surya Indah

Kedai kopi berbobot dan keren, ngopi yuukkk... Baca »

Tigabinanga Tempo Doeloe

Mari kita lihat sejenak Tigabinanga tempo doeloe... Baca »

Suka Menulis dan Foto?

Mari Bergabung untuk berbagi informasi... Baca »

 

Flashback Gendang Guro-Guro Aron Tiga Binanga

Gendang Guro-Guro Aron tidak akan ada habisnya dan selalu di nantikan masa ke masa. Dan tidak pernah kita merasa bosan untuk selalu menunggu Pesta Kerja Tahun (Merdang Merdem) yang diadakan setiap tahun nya.

Gendang Guro-guro Aron adalah salah satu kesenian tradisional masyarakat Karo yang berasal dari Datarang Tinggi Karo, Sumatera Utara, Indonesia yang sering diadakan saat pesta-pesta adat dan acara syukuran seusai panen. Seni tradisional ini digelar sebagai ungkapan rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa (menurut kepercayaan masing-masing) atas kecukupan rezeki atau hasil panen yang berlimpah atau pun juga perayaan atas kegembiraan yang dirasakan. Pada Gendang Guro-guro Aron tersebut masyarakat karo bernyanyi dan menari bersukaria, yang biasanya dilakukan sepanjang malam, dibawah cahaya bulan purnama.

Penyanyi terdiri dari pria dan wanita (sepasang) yang disebut perkolong-kolong. Biduan ini mengenakan pakaian adat karo dan biasanya memiliki suara yang enak didengar serta pintar saling beradu pantun atau “ejekan” dalam konteks halus dan canda. Lagu-lagu yang dinyanyikan disesuaikan dengan acara yang telah tertata oleh kelaziman yang ada. Lagu pertama biasanya adalah lagu “Pemasu-masun” dengan lirik mendoakan agar segenap masyarakat yang ada pada acara tersebut diberikan kelimpahan rahmat, rezeki, kesehatan dan umur panjang serta kedamaian dari Yang Maha Kuasa. Sembari biduan bernyanyi ; semua panitia dan tamu undangan diajak menari di atas panggung. Lagu pembukaan bernada sentimentil ini diringi serunai, penganak, gong dan anak gung (semacam gamelan) membuat suasana menjadi khidmat dan syahdu. Seusai lagu “Pemasu-masun Simalungun Rakyat”, selanjutnya biduan menyanyikan lagu-lagu permintaan yang diikuti dengan tarian dari masing-masing “marga” (pam) yang hadir. Para penari harus berpasangan dengan istrinya atau jika belum menikah berpasangan dengan impal (pariban)nya. Kesempatan ini biasanya digunakan muda-mudi untuk berkenalan atau lebih mengintensifkan perkenalan yang telah dijalin.

Gendang Guro-guro Aron sejak dahulu juga sering dimanfaatkan oleh para penguasa (pemimpin/tokoh adat) masyarakat Karo untuk menyampaikan pesan-pesan, biasanya pesan perdamaian dan semangat kerja kepada masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya lagu-lagu Karo yang tercipta dengan nada riang penuh semangat mengajak masyarakat bekerja keras . Pada masa revolusi seni tradisional ini dijadikan pula sebagai penggelora semangat perjuangan kemerdekaan. Hal ini tercermin dari lagu-lagu perjuangan yang bernada heroik. (wikipedia.org)

Jika kita lihat perkembangan jaman saat ini, Gendang Guro-Guro Aron sudah mengalami sedikit perubahan/perkembangan yang berbeda dengan jaman dulu, yang mana mulai dari peralatan musik yang sebelumnya masih menggunakan alat musik tradisional menjadi alat musik moderen (Keyboard) dengan sedikit tambahan Tune Mix yang dikombinasikan dengan beberapa nada arrasement lagu-lagu yang sedang hits pada jaman nya, misal arrasemen lagu : “Sakitnya tuh disini” , beberapa lagu India dan barat. Tapi mohon maaf kali ini admin tidak membahas perubahan tersebut. Bagaimana pun itu masih banyak yang menyukai hal tersebut.

Jika kita lihat Gendang Guro-Guro Aron yang sepaket dengan Pesta Kerja Tahun yang diadakan setahun sekali ini sangatlah penting, karena pesta besar tersebut selalu dinantikan oleh semua warganya baik yang tinggal di Tiga Binanga maupun tinggal di perantauan baik di dalam negeri maupun luar negeri hanya untuk menghadiri pesta besar tersebut. Bahkan kadang sebagian besar warganya rela mengeluarkan dana yang tidak sedikit untuk biaya pemberangkatan bersama seluruh anggota keluarga.

Gendang 02

Gendang Guro-Guro Aron 2009 – Adu Perkolong-Kolong

Gendang 03

Gendang Guro-Guro Aron 2009 – Menari (Landek)

Gendang 04

Gendang Guro-Guro Aron 2009 – Menari (Landek)

Gendang 05

Gendang Guro-Guro Aron 2009 – Mantan Menhut MS. Kaban Bernyanyi

Gendang 06

Gendang Guro-Guro Aron 2011

Gendang 07

Gendang Guro-Guro Aron 2011