Warning: session_start(): open(/tmp/sess_fc68609603993833ae559fa905ea1678, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/tiga2059/public_html/wp-content/plugins/counterize/counterize.php on line 16

Warning: session_start(): Cannot send session cache limiter - headers already sent (output started at /home/tiga2059/public_html/wp-content/plugins/counterize/counterize.php:16) in /home/tiga2059/public_html/wp-content/plugins/counterize/counterize.php on line 16
Natalnael Sebayang : Kesaksian Korban Selamat Tanah Longsor Lau Lisang Kabupaten Karo | www.tigabinanga.net

Becak Batman

Admin tigabinanga.net lagi selfi di becak batman... hehehe Baca »

Uis Gara Goes To Netherlands

Sedikit cerita tentang kebanggaan warga karo yang tinggal di Kota Heerlen Belanda... Baca »

Kedai Kopi Surya Indah

Kedai kopi berbobot dan keren, ngopi yuukkk... Baca »

Tigabinanga Tempo Doeloe

Mari kita lihat sejenak Tigabinanga tempo doeloe... Baca »

Suka Menulis dan Foto?

Mari Bergabung untuk berbagi informasi... Baca »

 

Natalnael Sebayang : Kesaksian Korban Selamat Tanah Longsor Lau Lisang Kabupaten Karo

Kejadian bencana tanah longsor pada hari minggu tanggal 18 oktober 2015 di jalan lintas antara tanah karo dan aceh tepatnya di Lau Lisang Kuta Bangun kecamatan Tigabinanga kabupaten karo sumatera utara menyisakan kesedihan bagi warga setempat dan segudang cerita kesaksian kejadian tersebut.

Salah satu korban yang selamat dalam kejadian tanah longsor di Lau Lisang adalah warga Tigabinanga yang bernama Natalnael Sebayang. Natalnael Sebayang memang membenarkan bahwa beliau sedang berada di kejadian tersebut dan bersedia menceritakan kronologis bencana tanah longsor di Lau Lisang sampai perjuangan menyelamatkan diri.

Jam 18.50 Wib, 18 Oktober 2015

“Malam itu saya bersama 4 orang saudara beserta 1 bayi berumur 1 tahun hendak menuju Desa Lau Riman dari Tigabinanga mengendarai Kijang Kapsul dengan Nomor Polisi BK 1753 SH. Adapun tujuan ke Desa Lau Riman untuk menghadiri acara persiapan pesta yang akan diadakan dalam waktu dekat. Malam itu memang hujan deras sepanjang jalan tapi kami memutuskan untuk terus berangkat. sesampai di Jembatan Lau Lisang kami berhenti karena melihat ramai kendaraan roda empat dan roda dua yang sedang parkir di depan rumah makan, saya perhatikan hal ini tidak seperti biasa. Setelah saya perhatikan ternyata jalan yang tidak jauh dari tempat penjual rires yang agak curam dari dulu tidak bisa dilalui dikarenakan tergenang air hujan yang mengakibatkan banyak para pengendara tidak berani melalui jalan tersebut. Lalu kami memutuskan untuk berhenti sejenak di dekat rumah makan”.

Jam 19.15 Wib, 18 Oktober 2015

“Karena saya perhatikan banyak kendaraan yang mencoba untuk melewati jalan yang penuh dengan genangan air hujan tersebut, lalu saya pun hendak mencoba melaluinya. Didepan mobil kami ada juga mobil Kijang Inova yang hendak mencoba melalui jalan tersebut. Mobil Inovasi tersebut berpenumpang 3 orang (1 pria dan 2 wanita). Saya perhatikan Mobil Kijang Inova tersebut berhenti sejenak di depan jalan yang penuh genangan air, mungkin mobil tersebut berhenti sambil memikirkan cara dan bagaimana melewati jalan yang penuh genangan air tersebut. Adapun jarak mobil saya dengan mobil Inova tersebut berkisar 10 meter”.

Jam 19.30 wib, 18 Oktober 2015

“Saya mendengar suara gemuruh dari sebelah kanan jalan dan saya pun mencoba mencari tahu suara apa tersebut, dari pintu mobil saya mencoba melihat ke luar dan saya sangat terheran melihat pepohonan bergoyang-goyang di balik kegelapan. Dalam tempo beberapa detik, alangkah kagetnya saya tiba-tiba melihat tanah longsor menghantam mobil Inova didepan saya tadi. Mobil Inova tersebut terdorong 2 meter ke arah rumah warga. Begitu melihat mobil Inova tersebut di hantam tanah longsor saya pun sangat panik dan spontan memundurkan dengan mengijak gas sedalam-dalamnya tapi usaha tersebut sia-sia karena mobil saya pun terhantam oleh tanah longsor tersebut, tapi saya tetap terus berusaha untuk memacu mobil saya agar bdapat keluar dari tanah longsor tersebut tapi masih juga sia-sia dan akhirnya saya pun pasrah dan hanya bisa berteriak minta tolong. Mobil kami terdorong 3 meter dari posisi kami berhenti dijalan. Setelah beberapa menit saya dan saudara-saudara berusaha keluar dari mobil, dan kami berhasil keluar dari mobil dan langsung menuju ke tempat yang lebih aman. Dan kami berkumpul di dekat rumah makan beserta penumpang Mobil Inova. Tidak berapa lama kemudian saya melihat percikan api dari mobil Inova dan mobil tersebut langsung mengalami kenakaran hebat dan menjalar ke rumah warga beserta mobil Angkutan yang sedang parkir di depan rumah warga”.

Jam 21.00 Wib, 18 Oktober 2015

Beberapa warga dari arah Desa Kuta Bangun dan polisi mulai berdatangan ke lokasi tanah longsor untuk memberikan pertolongan dan membantu evakuasi.

Jam 23.00 Wib, 18 Oktober 2015

Pemadaman kebakaran akhirnya datang

Jam 24.00 Wib, 18 Oktober 2015

Saya dihampiri oleh wartawan TV ONE untuk diwawancarai mengenai kejadian tanah longsor tersebut. Saya pun mejelaskan secara detail kejadian tersebut.

Karena jalan terputus jadi kami terpaksa menunggu situasi sambil beristirahat di kedai kopi Kopi M Sitepu. Dan Sepanjang malam saya tidak bisa tertidur karena masih selalu ingat kejadian tersebut.


Warning: Unknown: open(/tmp/sess_fc68609603993833ae559fa905ea1678, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0