Becak Batman

Admin tigabinanga.net lagi selfi di becak batman... hehehe Baca »

Uis Gara Goes To Netherlands

Sedikit cerita tentang kebanggaan warga karo yang tinggal di Kota Heerlen Belanda... Baca »

Kedai Kopi Surya Indah

Kedai kopi berbobot dan keren, ngopi yuukkk... Baca »

Tigabinanga Tempo Doeloe

Mari kita lihat sejenak Tigabinanga tempo doeloe... Baca »

Suka Menulis dan Foto?

Mari Bergabung untuk berbagi informasi... Baca »

 

Riwayat Hidup Ngadang Sebayang

Mungkin masih banyak teman-teman warga Tiga binanga baik tinggal di Tiga Binanga dan perantaun belum mengenal Ngadang Sebayang, atau teman-teman sering lewat dan melihat Tugu dengan tulisan TIGABINANGA 21-2-1921 simpang tiga depan Puskesmas. Apakah teman-teman tahu arti tugu tersebut dan pernahkah teman-teman berpikir untuk mencari tahu apa arti tugu tersebut? Mari sejenak kita luangkan waktu untuk membaca tulisan dibawah ini yang di posting oleh Bapak Kechana Sebayang.

NGADANG SEBAYANG, lahir di kampung Kuala, pada tahun 1898. Pada tahun 1910 ia pindah dari Kuala ke Tigaberingin   bersama keluarganya: ayah, ibu dan kedua adiknya, untuk bermukim dan menetap disana. Pada waktu itu Tigaberingin ikut dihuni oleh pedagang – pedagang dari Kenjulu karena adanya Pasar disana. Pada tahun 1915 Pemerintah kolonial Belanda menutup Pasar Tigaberingin dan para pedagangnya disuruh pindah ke Tigabinanga.

Pada tahun 1916, Ngadang Sebayang bersama ibu dan dua orang adiknya: Nampati Sebayang dan Rajakami Sebayang, pindah ke Tigabinanga. Ibunya telah menjanda, setelah ayahnya, Telge Sebayang meninggal dunia pada tahun 1913 Ikut pindah ke Tigabinanga, 9 Kepala Keluarga para pedagang dengan 32 orang anggota keluarganya. Mereka menjadi cikal bakal penduduk Tigabinanga.

Para pedagang pindahan ini merintis kegiatan berjualan di pasar (pekan) di Tigabinanga yang lokasinya berada disekitar tangsi polisi sekarang, yang tidak jauh dari Sungai Lau Bengap dan Namo Ratah. Disekitar tangsi itu terdapat lahan kosong, dimana sebelumnya ditempatkan alat-alat/ logistik pembuatan jalan yang digunakan untuk membuat jalan raya.

Pada tanggal 21 Pebruari 1921, kampung Tigabinanga diresmikan dan peresmian dilakukan oleh Tuan Controleur van Karoland, Sibayak Sarinembah dan Rajaurung Perbesi yang datang ke Tigabinanga.Oleh Sibayak Sarinembah penduduk disuruh berkumpul untuk mengadakan pemilihan Penghulu yang terpisah dari Penghulu Kuala. Dalam pemilihan yang diadakan, Ngadang Sebayang menjadi calon tunggal dan terus diangkat oleh Sibayak Sarinembah menjadi Pengulu terhitung mulai tanggal 21 Pebruari 1921, dalam usia muda, masih belum menikah.

Ngadang Sebayang memangku jabatan tersebut selama 46 tahun lebih sampai tanggal 31 Desember 1967 secara terus menerus, kecuali pada masa Negara Sumatera Timur (NST) pada waktu mana ia non aktif. Disamping itu, berdasar Ketetapan Tuan Controleur, ia merangkap jabatan Penghulu Pekan Tigabinanga selama 20 tahun, yaitu sejak tahun 1926 sampai tahun 1946.

Tuan Controleur van Karoland, adalah seorang Belanda setara dengan Bupati Kepala Daerah pada masa sekarang. Wewenang pemerintahan berada ditangannya.Sesuai dengan perjanjian pendek (korte verkelaring) yang ditandatangani dengan Sibayak-Sibayak, dilaksanakan pemerintahan swapraja (selfbestuur) yang meliputi 5 landschap (daerah) dipimpin oleh seorang Sibayak yaitu Sibayak Sarinembah, Sibayak Lingga, Sibayak Barusjahe, Sibayak Suka dan Sibayak Kutabuluh. Sibayak Sarinembah, membawahi beberapa Rajaurung yaitu 1. Rajaurung XVII Kuta (Sarinembah), 2. Perbesi (Sembelang), 3. Juhar (Juhar) dan 4. Kutabangun (Kutabangun).

Masih penasaran dengan tulisan selanjutnya? silahkan cari lebih tahu tentang Ngadang Sebayang Blog dibawah ini :

http://riwayattigabinanga.blogspot.com